RSS
 

Archive for July 9th, 2010

Definisi KLPI

09 Jul

NAMA            : ERMAYANI DWI ASTUTI

NIM                : E2A008045

KELAS           : REGULER 1-2008

  1. Jelaskan perbedaan antara kesehatan lingkungan dengan kesehatan lingkungan permukiman!
    1. Kesehatan Lingkungan

Suatu keseimbangan ekologis yang harus ada antara manusia dengan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.

  1. Kesehatan Lingkungan Permukiman

Kondisi fisik, kimia, biologi di dalam rumah, di lingkungan rumah, dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan derajat yang optimal.

  1. Apa yang dimaksud dengan hantavirus

Jawab  : Hantavirus adalah suatu penyakit virus yang ditularkan dari hewan pengerat kepada manusia dan menyebabkan infeksi paru-paru dan ginjal yang berat. Hantavirus merupakan bunyavirus yang mempunyai hubungan jauh dengan kelompok Kalifornia dari virus ensefalitis. Hantavirus bisa ditemukan di seluruh dunia, dalam air kemih, tinja dan air ludah dari beberapa binatang pengerat, termasuk mencit dan tikus lading dan tikus laboratorium. Manusia mendapatkan infeksi ini bila berhubungan dengan hewan pengerat atau kotorannya, atau bila menghisap partikel virus dalam udara.

  1. Apa yang dimaksud dengan healthy city

Jawab  : suatu kondisi kota yang nyaman, aman, bersih, dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya pencapaian beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat dengan pemda.

6 Langkah utama Program Healthy City (WHO)

  1. Getting started : memulai dan membangun kerjasama
  2. Knowing your city : menganalisa kondisi obyektif kota
  3. Looking Forward : mengembangkan visi bersama dan pencapaian sasaran program
  4. Getting Organized : mengorganisasi gerakan
  5. Takking action : pelaksanaan monitoring
  6. Getting Feedback : menilai perkjembangan dan melalui evaluasi

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan siklus biogeokimia

Jawab  : Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia. Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur.

  1. Apa yang menyebabkan Immune respone berkembang?

Jawab  : sel-sel dalam tubuh yang berkembang dengan baik, sel darah, adanya antigen yang masuk sehingga tubuh membentuk antibody.

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan self purification

Jawab  : Self purification merupakan suatu proses alami dimana sungai mempertahankan kondisi asalnya melawan bahan – bahan asing yang masuk kedalam sungai. Menyempurnakan metode buatan dari penngelolaan kualitas air dan menyangkut proses fisik kimia dan biologis.

  1. Sebutkan 20 macam bahan yang berada di lingkungan buatan manusia yang merusak lingkungan!

Jawab  : Plastic, Freon, kaca, kapas, tissue, parfum, pengharum ruangan, cat, asap, sampah, rokok, cat, pestisida, metil bromida, perusak ozon, debu, limbah, asbes, pembalut, insektisida.

  1. Macam bahan pengawet pada makanan dan dampaknya bagi kesehatan tubuh

Jawab:

  1. Formalin : keracunan pada tubuh, iritasi lambung, muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian
  2. MSG         : hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.
  3. Boraks       : Anemia, rambut rontok dan kanker, Gangguan pencernaan, Nafsu makan menurun
  4. Aspartame : pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus.

  1. Sebutkan perilaku manusia yang bisa merusak lingkungan

Jawab  :

-          Penebangan liar

-          Membuang sampah sembarangan

-          Pengeboran lepas pantai

-          Pukat harimau

-          Bahan pengawet

-          Pembuangan limbah industry tak ramah lingkungan

-          Pemakaian pestisida

-          Pemakaian Freon

-          Perilaku merokok

10.  Ukuran radiasi pada makanan

Dosis KGY Makanan
Dosis Rendah

  1. Pencegahan pertunasan
  2. Pembasmian serangga
  3. Perlambatan fisiologis

0,05-0,15

0,15-0,5

0,5-1

Kentang, bawang putih

Kacang-kacangan

Buah dan sayur

Dosis sedang

  1. Perpanjangan ms simpan
  2. Pembasmian mikroorganisme
  3. Perbaikan teknologi pangan

1,00-3,00

1,00-7,00

2,00-7,00

Ikan, arbei

Hasil laut

anggur

Dosis Tinggi

  1. Pensterilan industri

10-15

Daging unggas

11.  Dampak radiasi makanan yang berlebihan

Jawab  : Jenis radiasi yang dapat digunakan untuk pengawetan bahan makanan adalah radiasi elektromagnetik, yaitu radiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi sehingga sanggup menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang dilaluinya. Jenis radiasi ini dinamakan radiasi pengion

Dampak yang ditimbulkan menyangkut kesehatan pada makanan yang diiradiasi adalah:

a. Perubahan kimia akibat radiasi mengakibatkan penurunan nilai gizi makanan, yang menyangkut perubahan komposisi protein, vitamin, dan lain-lain.

b. Mikroba yang diradiasi bersifat resisten atau mengalami mutasi. Daya tahan berbagai jenis mikroorganisme terhadap radiasi secara berurutan adalah sebagai berikut: spora bakteri > khamir > kapang > bakteri gram positif > bakteri gram negative. Ternyata bakteri gram negative paling peka terhadap radiasi. Oleh karena itu, untuk menekan proses pembusukan makanan yang disebabkan oleh bakteri gram negative dapat digunakan iradiasi dosis rendah.
c. Iradiasi pada suatu bahan makanan yang mengandung air menyebabkan ionisasi molekul-molekul air membentuk hydrogen dan radikal hidroksil. Hydrogen dan radikal hidroksil secara kimiawi dikenal sangat reaktif dan dapat bertindak sebagai zat pereduksi ataupun pengoksidasi.

 

Klorin

09 Jul

NAMA : ERMAYANI DWI ASTUTI
NIM : E2A008045
KELAS : REGULER 1-2008

1. Apa dampak klorin pada tubuh ?
Jawab:
Klorin sangat potensial untuk terjadinya penyakit di kerongkongan, hidung dan trakt respiratory (saluran kerongkongan didekat paru-paru). Akibat-akibat akut untuk jangka pendek : Pengaruh 250 ppm selama 30 menit kemungkinan besar berakibat fatal bagi orang dewasa. Terjadi irritasi tinggi waktu gas itu dihirup dan dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar. Jika berpadu dengan udara lembab, asam hydroklorik dan hypoklorus “dapat mengakibatkan peradangan jaringan tubuh yang terkena. Pengaruh 14 s/d 21 ppm selama 30 s/d 60 menit menyababkan penyakit pada paru- paru seperti pnumonitis, sesak nafas, emphisema dan bronkitis” (Waldbott, 1978). Akibat-akibat yang kronis/sublethal untuk jangka panjang : Untuk jangka panjang dari pengaruh gas klorine, ada kemungkinan “menjadi tua sebelum waktunya, menimbulkan masalah dengan cabang tenggorok, pengkaratan pada gigi dan besar kecenderungan munculnya penyakit paru-paru seperti tbc dan emphisema.” (Chlorine Institute, 1980).
Indikasi gangguan bila terkontaminasi klorin adalah 0,2 ppm: hidung terasa gatal; 1,0 ppm: krongkongan gatal atau rasa kering, batuk, susah nafas; 1,3 ppm (untuk 30 menit): sesak nafas berat dan kepala sangat pening; 5 ppm : peradangan hidung, pengkaratan gigi dan sesak nafas; 10,0 ppm: trakt respiratori menjadi sangat diganggu; 15-20 ppm: batuk lebih keras, terasa tercekik, sesak di dada; 30 ppm: berbahaya untuk kehidupan selanjutnya atau untuk sehat seperti batuk hebat, tercekik, sesak nafas dan muntah-muntah; 250 ppm: kemungkinan besar fatal (orang mati); 1000 ppm: pasti mati.
Zat klorin hanya bagus apabila digunakan sebagai pemutih. Penelitian membuktikan bahaya klorin yang dapat merusak vitamin B, C dan E dalam tubuh. Apabila bereaksi dengan asam dari tumbuhan yang membusuk akan terbentuk trihalomethans (THMs) yang bersifat karsinogen. Ini merupakan penyebab dari berbagai penyakit seperti lever, ginjal, pernapasan, tensi darah rendah dan cacat lahir. Juga menyebabkan pengendapan kolesterol dalam darah dan stroke.

2. Carilah data jumlah penduduk kota Semarang, Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Bandung,
Jawab :
1. Jakarta : . luasnya adalah sekitar 740 km²; dan penduduknya berjumlah 8.792.000
2. Surabaya : . luas wilayah kota surabaya adalah 374,36 km2, jumlah penduduk 3.282.156
3. Bandung : Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare, jumlah penduduk 2.771.138
4. Medan : Kota Medan memiliki luas 26.510 Hektar. Jumlah penduduk 2.036.018
5. Bekasi : Luas kota bekasi 210,49 Km2. Jumlah penduduk 1.940.308
6. Tangerang : Luas kota tanggerang 164.54 km2. Jumlah penduduk 1.488.666
7. Semarang : Luas kota semarang 225,17 km². jumlah penduduk 1.352.869
8. Depok : Luas kota Depok 200.29km2. jumlah penduduk 1.339.263
9. Palembang : Luas kota palembang 102.47km2. Jumlah penduduk 1.323.169
10. Makasar : Luas kota makassar 128,12 km². Jumalh penduduk 1.168.258
11. Yogyakarta: luas 32,5 km2 jumlah penduduk 435.236 jiwa
3. Sumber air utama di Surabaya
Jawab:
sumber utama berasal dari kali Surabaya. Kali Surabaya merupakan salah satu segmen dari Kali Brantas yang keberadaannya berhulu dari Dam Lengkong Mojokerto dan bermuara di Surabaya. Pada Daerah Pengaliran Sungai (DAS) terdapat sejumlah industri-industri berpotensi pencemaran berat baik berskala besar,menengah dan kecil. Sampai saat ini terdapat sejumlah + 42 industri yang telah dilakukan pemantauan secara periodik. Disamping itu pada Daerah Pengaliran Sungai (DAS) juga merupakan daerah terpadat pemukiman dibandingkan dengan segmen-segmen anak sungai Kali Brantas lainnya. Jumlah penduduk yang bermukim pada Daerah Pengaliran Sungai ini memberikan kontribusi buangan limbahnya pada Kali Surabaya sehingga beban pencemaran limbah domestik juga memiliki potensi besar.
Kualitas air sungai ditentukan oleh debit air dan debit limbah yang dibuang ke dalam badan air sungai tersebut. Jika badan air Kali Surabaya sudah ditetapkan sebagai badan air dengan kualitas air Golongan B yang memang layak sebagai air baku untuk produksi air minum, maka tindakan selanjutnya adalah mengendalikan kualitasnya dengan menetapkan berapa besar limbah yang boleh dibuang ke badan air sungai itu disesuaikan dengan debit air sungai yang ada. Jumlah limbahpun harus fluktuatif sesuai dengan fluktuasi debit air sungai itu sendiri, karena debit air sungai memang dinamik sesuai dengan musim yang terjadi.
Pada akhir-akhir ini masalah pencemaran air Kali Surabaya dikaitkan dengan limbah domestik penduduk yang tinggal disepanjang/ disekitar Kali Surabaya. Bahkan adanya pendapat bahwa kontribusi pencemaran Kali Surabaya (bukan Kali Mas atau Kali Wonokromo) saat sekarang lebih banyak disebabkan oleh limbah domestik dibanding dari pada limbah industri perlu dikaji lagi. Kesimpulan yang salah pasti akan membuat masalah pencemaran kali Surabaya tidak pernah terselesaikan bahkan bisa menjadi semakin serius dari waktu ke waktu yang tentunya menjadi semakin merugikan kepentingan rakyat banyak.
Dari analisis kualitas air Kali Surabaya sepanjang tahun diketahui bahwa beban pencemaran menjadi meningkat tajam di hulu IPAM PDAM Karangpilang setelah air sungai melewati banyak industri, setelah muara Kali Tengah di Driyorejo Gresik. Setelah komplek industri tersebut sering terjadi banyak ikan menggelepar
Air PDAM Kota Surabaya tidak layak konsumsi, karena mengandung kadar dioxide oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD), melebihi batas pencemaran air. PDAM menggunakan air Kali Surabaya sebagai sumber produksi. Padahal kali itu tercemar limbah rumah tangga (60 persen) dan limbah pabrik (40 persen). Saat ini ada sekitar 50 pelaku industri yang membuang limbahnya langsung ke Kali Surabaya dan 70 lainnya secara tidak langsung, tapi melalui kali-kali kecil, seperti Kali Tengah. Industri itu memanjang dari Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, hingga Surabaya.

4. Limbah industry apa sajakah yang limbahnya masuk kedalam aliran sungai PDAM di Surabaya, berapa beban limbahnya?
Jawab : PT Aneka Kimia Nusantara. PT Aneka Kimia Nusantara (AKN) Desa Wates Magersari Mojokerto, adalah industri penghasil etanol termasuk penyumbang terbesar pencemaran organik tinggi di Kali Surabaya, dapat dibayangkan untuk memproduksi satu liter etanol dihasilkan limbah 15 liter dari molase yang berwarna coklat, tergolong sebagai buangan paling korosif, BOD (Bio Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi, pH 3.5, suhu yang tinggi hingga mencapai 100 oC yang dapat mencemari air tanah. Sehingga limbah buangan pabrik etanol ini membutuhkan pengolahan tertentu sebelum dibuang ke badan air. Molase adalah sisa tetes dari tetes tebu yang telah diproses untuk menghasilkan gula pasir. Molase mengandung sekitar 45% sukrosa yang dapat difermentasikan menjadi alkohol. 1 kg sukrosa secara teoritis akan menghasilkan 0.644 liter alkohol absolut (anhidrida) yang hampir 100% murni. Secara matematis dengan 88% efisiensi fermentasi dan 98% distilasi akan dihasilkan 0.555 liter alkohol. di Surabaya dinyatakan dalam keadaan kritis, Kali Surabaya yang digunakan sebagai bahan baku air minum juga dimanfaatkan sebagai buangan air limbah industri dan domestik, limbah organik yang dibuang ke Kali Surabaya sebesar 33.477 kg/hari, 86% berasal dari sektor industri (28.752 kg/hari) sisanya 8 % berasal dari buangan domestik (2.597 kg/hari ) dan 6% dari anak sungai (2.128 kg/hari). Data diatas memperlihatkan besarnya kontribusi dunia industri terhadap pencemaran di Kali Surabaya, 94% dari sumber kontributor pencemaran organik dari sektor industri berasal dari pabrik-pabrik kertas.

http://www.ecoton.or.id

5. Apa bentuk gelombang pada pemancar atau BTS?
Jawab: Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) adalah gelombang elektromagnetik berupa longitudinal. SUTET bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk di sekitarnya, yaitu berupa sekumpulan gejala hipersensivitas yang dikenal dengan electrical sensivity berupa keluhan sakit kepala, pening (dizziness), dan keluhan menahun (chronic fatigue syndrome)
Radiasi medan listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh SUTET bisa digolongkan sebagai radiasi non pengion. Istilah fisika radiasi non-pengion mengacu pada radiasi elektromagnetik dengan energi lebih dari 10 elektrovolt (ev) yang antara lain meliputi: sinar ultra violet, cahaya tampak, infra merah, gelombang micro, ultra sound dan radio frekwensi elektromagnetik.

6. Adakah keterkaitan antara penderita DBD dengan penggunaan pestisida?
 Jawab : Ada hubungan antara pestisida dengan penyakit DBD. Pestisida pada nyamuk akan berbahaya karena bisa menimbulkan resistensi terhadap nyamuk “aedes aegypti”. Pestisida yang digunakan mempengaruhi kerentanan nyamuk sehingga masa hidupnya lebih panjang. Dalam hal ini nyamuk mudah sekali bermutasi sehingga semakin tinggi penggunaan pestisida di suatu daerah maka akan semakin rentan pula penduduknya terkena penyakit DBD atau penyakit akibat vektor nyamuk yang lain.

7. Angka 10 besar kesakitan DBD di Indonesia, serta keterkaitannya dengan perilaku pada masyarakat.
Jawab :
No Provinsi Jumlah
1 Jawa Barat 5292
2 DKI Jakarta 3129
3 Jawa Timur 2486
4 Jawa Tengah 2316
5 Lampung 750
6 Sulawesi Selatan 530
7 Banten 492
8 Bali 400
9 Sumatra Utara 387
10 Kalimantan Timur 357

Berdasarkan data tersebut, kita dapat mearik kesimpulan bahwa DBD terjadi di kota-kota besar dan padat penduduk. Jumlah penduduk yang tinggi akan menyebabkan persebaran penyakit juga tinggi. tingginya kasus DBD karena tingkat prilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan bersih yang masih belum diterapkan dalam masyarakat, meningkatnya mobilitas penduduk karena semakin baiknya sarana transportasi di dalam kota maupun antar daerah, kebiasaan masyarakat menampung air bersih untuk keperluan sehari-hari, apalagi penyediaan air bersih belum mencukupi kebutuhan atau sumber yang terbatas atau letaknya jauh dari pemukiman mendorong masyarakat menampung air di rumah masing-masing

8. Dampak batu bara bagi kesehatan
Jawab : Unsur beracun menyebabkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, paru- paru dan penyakit kanker otak. Air sungai tempat buangan limbah apabila digunakan masyarakat secara terus menerus, gejala penyakit itu biasa akan tampak setelah bahan beracun terakumulasi dalam tubuh manusia. Sebagaimana halnya polutan (bahan pencemar) konvensional yang keluar dari batubara, polutan radioaktif pun dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh manusia melalui udara yang dihirup oleh paru-paru, maupun melalui rantai makanan yang telah terkontaminasi oleh polutan radioaktif. Polutan radioaktif yang terakumulasi didalam tubuh dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama karena sifat polutan radioaktif yang pada umumnya adalah carcinogenik atau perangsang timbulnya kanker.
Dampak langsung batubara terhadap kesehatan yaitu meningkatnya jumlah kasus penyakit pernafasan. PLTU Batubara dengan kapasitas 1.000 MW menimbulkan radiasi ke lingkungan 100 kali lebih besar dibanding energi lainnya. Dampak negatif dari aktifitas pertambangan batu bara bukan hanya menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan melainkan juga berbahaya bagi manusia. Bahaya lainnya adalah air buangan limbah cucian batu bara yang ditampung dalam bak penampung sangat berbahaya karena mengandung logam – logam beracun yang jauh lebih berbahaya dibanding proses pemurnian pertambangan emas yang menggunakan sianida (CN).

9. Mengapa Tumbuhan tingkat tinggi mampu menghasilkan oksigen lebih banyak daripada tumbuhan tingkat rendah?
Jawab : Karena tumbuhan tingkat tinggi mampu melakukan fotosintesis. Fotosintesis berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Sedangkan tumbuhan tingkat rendah tidak bisa melakukan fotosintesis.

10. Apakah ada hubungan pengilangan minyak dengan kejadian kanker?
Jawab :
Ada, karena dalam proses pengilangan minyak melibatkan zat dioksin sehingga zat tersebut memicu terjadinya kanker. Pemaparan secara periodik dengan gas dan minyak dapat menyebabkan kanker. Anak – anak yang tinggal di sekitar kilang lebih mungkin beresiko terkena kanker darah (leukimia) daripada mereka yang tinggal jauh dari fasilitas tersebut. Orang – orang yang tinggal di kawasan pengeboran minyak lebih mungkin beresiko terkena kanker usus, kanker kantong kemih, dan paru – paru daripada mereka yang tinggal jauh dari pengeboran. Para pekerja di kilang – kilang minyak mempunyai resiko tinggi mengidap kanker mulut, usus, ulu hati, pankreas, jaringan sel, prostat, mata, otak, dan darah.

 

Healhty City

09 Jul
  1. Apakah definisi kota sehat? Sebutkan tujuan dan langkah-langkahnya?

Jawab:

(a)    Kota Sehat, healthy city didefinisikan sebagai suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. (Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan). Kota sehat merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong terciptanya kualitas lingkungan fisik, sosial, budaya dan produktivitas, serta perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah perkotaan. Kota Sehat di Indonesia dicanangkan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 Oktober 1998.

WHO (1997) mendefinisikan terdapat sebelas komponen kota sehat yang berkualitas yaitu lingkungan fisik yang aman dan bersih; ekosistem yang stabil; dukungan masyarakat yang kuat dan tidak eksploitatif; partispasi dan kontrol masyarakat yang kuat; pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air, tempat tinggal dan pekerjaan yang aman; akses untuk mendapatkan fasilitas dan pengalaman serta interaksi dan komunikasi dengan masyarakat luas; ekonomi perkotaan yang innovatif; mendorong interkoneksitas dari berbagai aspek budaya dan keturunan dengan berbagai individu dan kelompok; rukun terhadap berbagai karakteristik masyarakat; ketersediaan akses pelayanan kesehatan dengan masalah kesehatan masyarakat dan terakhir adalah status kesehatan yang tinggi.

(b)   Tujuan :

-    Terciptanya kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman, untuk dapat dihuni sebagai tempat bekerja yang dapat meningkatkan sarana dan produktivitas perekonomian masyarakat.

-        Tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah.

(c)    Langkah-langkah healthy city :

Local Agenda 21 (LA21) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat enam langkah utama dalam menggagas A Healthy City Program. Antara lain adalah:
(1) Getting Started – memulai dan membangun kerjasama,
(2) Knowing your City – Menganalisa kondisi objektif kota,
(3) Looking Forward – Mengembangkan visi bersama dan sasaran pencapaian akhir,
(4) Getting Organized – Mengorganisasikan gerakan,
(5) Taking Action – Pelaksanaan dan monitoring, dan
(6) Getting Feedback – Menilai perkembangan dan melakukan evaluasi

  1. Siapa yang menjadi sasaran dan apa indicator keberhasilan kota sehat?

Jawab:

(a)    *Terwujudnya forum yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik.

*Terselenggaranya upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya yang dapat mengikatkan kesehatan dan mencegah terjadinya resiko penyakit dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di kota secara mandiri.

*Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang adil dan merata bermutu sesuai dengan standar dan etika profesi.

*Terselenggaranya pola dan mekanisme kerja yang teransparan antar berbagai pihak yang terkait dalam proses pengelolaan pembangunan kota.

*Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi seluruh masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya, sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan menjadi lebih baik.

*Terselenggaranya kinerja pemerintah yang baik yang berorientasi kepada kepentingkan masyarakat luas melalui kebijakan dan pengaturaaan pelaksanaan yang adil dan transparan.

(b) Indikator kota Sehat:

Untuk mengukur kemajuan kegiatan kota sehat, dibutuhkan indikator yang jelas sehingga semua pihak yang ikut terlibat dapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan, dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya. Setiap daerah dapat memilih, menetapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing untuk memenuhi indikator tersebut.

 

Konsep Healthy City

09 Jul

Jika merujuk pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat, healthy city didefinisikan sebagai suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. WHO (1997)mendefinisikan terdapat sebelas komponen kota sehat yang berkualitas yaitu lingkungan fisik yang aman dan bersih; ekosistem yang stabil; dukungan masyarakat yang kuat dan tidak eksploitatif; partispasi dan control masyarakat yang kuat; pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air, tempat tinggal dan pekerjaan yang aman; akses untuk mendapatkan fasilitas dan pengalaman serta interaksi dan komunikasi dengan masyarakat luas; ekonomi perkotaan yang innovatif; mendorong interkoneksitas dari berbagai aspek budaya dan keturunan dengan berbagai individu dan kelompok; rukun terhadap berbagai karakteristik masyarakat; ketersediaan akses pelayanan kesehatan dengan masalah kesehatan masyarakat dan terakhir adalah status kesehatan yang tinggi.

WHO (1997), lebih lanjut mengungkapkan bahwa terdapat enam karakteristik yang dimiliki oleh healthy city project yaitu komitmen terhadap kesehatan; membutuhkan keputusan politik untuk kesehatan masyarakat; tindakan dan aksi yang bersifat intersektoral; partisipasi masyarakat; inovasi dan outcomenya adalah kebijakan publik yang sehat. Jika merujuk pada dua definisi dan karakteristik healthy city tersebut, maka dapat dipahami bahwa pertama, healthy city adalah kota yang bersih secara fisik, aman dan nyaman untuk dihuni oleh masyarakat. Kedua, healthy city dapat dimulai dari beberapa tatanan (setting) misalnya sekolah sehat,perkantoran sehat, rumah sakit sehat, pulau sehat sebagai pilot project. Ketiga, konsep healthy city menekankan pada keterlibatan pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep healthy city adalah gerakan yang dilakukan oleh semua komponen masyarakat, sektor pemerintah dan swasta dan pemerintah lokal yang bertujuan untuk mewujudkan kebijakan public yang sehat (healthy public policy).

 

Potensi Pemaparan Bahaya Kimia

09 Jul

ANALISIS JURNAL

Bahan-bahan kimia telah menjadi bahan yang tak dapat terpisahkan, dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua industry menggunakan bahan-bahan kimia baik sebagai bahan utama maupun yang lain. Bahan kimia ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan bagi pengguna. Bahan kimia mempunyai potensi toxic pemaparan untuk pekerja. Risiko pemaparan bisa berasal dari paparan, produksi, penyimpanan, penggunaan, penggunaan, maupun kebocoran wadahnya. Dari kedua jurnal diatas, jelaslah terlihat bahwa banyak sekali zat kimia tersebut menimbulkan dampak negative yang tidaklah sedikit. Misalnya pada para pekerja PT.Samiaji yang terpapar debu asbes dan semen, mereka positif mengalami gangguan fungsi paru. Karena debu asbes yang masuk kedalam tubuh mereka menyebabkan 3 penyakit paru yaitu penyakit asbestosis, kanker paru, dan kanker pleura atau mesotelium. Penyakit tersebut seringkali fatal dan bahkan dapat berujung kematian.

Lain halnya yang terjadi pada para pekerja di CV.Laksana walaupun dari hasil menerangkan bahwa kadar keracunan benzene masih relative kecil atau masih ditingkatan awal namun hal tersebut sudahlah cukup untuk dapat mengganggu proses pembentukkan eritrosit. Jika sudah berlanjut pada tingkatan yang cukup parah dan jangka waktu lama (5-30 tahun), keracunan akibat benzene dapat menyebabkan penderita mengalami leukemia yang juga dapat menyebabkan kematian. Karakteristik dari benzene adalah bersifat menguap, mudah terbakar, non polar, dan tidak berwarna. Benzena merupakan cairan tidak berwarna dengan bau yang manis. mbang benzena adalah sekitar 60 bagian per juta (ppm), meskipun ada rentang yang cukup besar dalam nilai-nilai yang dilaporkan (0,78-160 ppm). Batas pemaparan benzena yang diperbolehkan, baik 8-jam waktu eksposur rata-rata tertimbang dari 1 ppm atau jangka pendek batas yang diperbolehkan dari 5 ppm selama menit 15 menit.

Dilihat dari cara terpaparnya pada kedua permasalahan diatas dapat disimpulkan bahwa para pekerja terpapar bahan kimia tersebut diantaranya melalui saluran pernapasan (inhalasi). Di Industri, inhalasi merupakan jalan masuk paparan yang paling penting dan paling sering terjadi terutama pada paparan bahan kimia. Selama hidup manusia selalu bernafas di mana pun dan kapan pun tanpa perlu tahu apakah udara yang dihirup merupakan udara yang bersih atau tidak. Hal tersebut memungkinkan para pekerja yang selama 8 jam per hari menghirup udara ± 8m3di lingkungan terpapar bahan kimia, seperti benzene, setiap hari akan menghirup uap benzene atau bahan kimia lain yang membahayakan kesehatannya.

Bahan-bahan kimia pada industry tersebut sangat berpengaruh bagi kesehatan lingkungan terutama bagi kesehatan pekerja.  Menurut berbagai sumber dan penelitian jika setiap hari para pekerja terpapar bahan kimia berbahaya seperti benzena setidaknya selama 8 jam maka sangat mungkin bila hal tersebut berimbas pada penurunan status kesehatan mereka. Sehingga produktifitas pekerja menjadi menurun dan membuat kualitas serta kuantitas kerja menjadi terganggu. Sehubungan dengan status kesehatan, bahaya benzena ada yang berefek jangka pendek (akut) dan ada pula yang berefek jangka panjang (kronis). Efek Jangka pendek (akut), menghirup high level benzena dapat menyebabkan kematian. Sedangkan menghirup low level benzena dapat mengakibatkan depresi sistem saraf pusat (SSP) yang ditandai dengan kantuk, pusing, sakit kepala, mual, kehilangan koordinasi,kerusakan otak ireversibel,kebingungan & ketidaksadaran/pingsan. Selain itu juga dapat menyebabkan iritasi mata, iritasi kulit, iritasi hidung, iritasi tenggorokan, iritasi saluran pernafasan, dan tremors.

Efek jangka panjang (kronis), dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan menyebabkan gangguan dalam darah, seperti : penurunan sel darah merah, anemia, & leukimia serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan kanker darah dan pra-kanker dari darah. Juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan & menurunkan sistem imun sehingga meningkatkan kesempatan infeksi. Selain melalui pernafasan / inhalasi dapat juga melaui kulit atau mukosa mata. Pekerja sering kali tidak memakai sarung tangan ketika memegang bahan kimia hal ini berisiko terpapar zat kimia berbahaya yang masuk melalui pori – pori kulit atau membran mukosa mata.

Berbeda halnya jika kita terhirup debu asbes dan semen, debu tersebut tertinggal di paru-paru kita dan akan berubah menjadi “badan-badan asbestos”, yang jika diperiksa menggunakan mikroskop tampak seperti batang dengan panjang mencapai 200 mikron. Pada pekerja yang telah lama terpapar debu asbes, retensi serat-serat asbesnya cukup besar. Jika dibiarkan, serat tersebut secara perlahan-lahan akan menimbulkan jaringan ikat pada paru yang progresif. Kelainan secara radiologis atau dengan foto rontgen paru, mudah dikenali karena menunjukkan gambaran khas. Berupa “ground glass appearance” atau titik-titik halus di basis paru-paru dengan batas jantung dan diafragma yang tidak jelas. Setelah masa laten yang panjang, antara 20-40 tahun, serat tersebut bisa menimbulkan kanker paru. Selain terpapar melalui jalur inhalasi, kedua bahan kimia tersebut juga dapat masuk ke tubuh manusia melalui kulit atau mukosa mata ataupun mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung sejumlah kecil serat-serat tersebut (pada debu asbes dan semen).  Akibat lebih lanjutnya dapat menimbulkan obtruksi saluran pernafasan para pekerja. Ada tiga macam penyakit paru yang dapat menyerang para pekerja apabila secara terus-menerus terpapar oleh debu yang ditimbulkan oles asbes dan semen yaitu penyakit asbestosis, kanker paru, dan kanker pleura (mesotelium).

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengendalikan risiko terpapar bahan kimia tersebut yaitu  melalui pengendalian sumber, pengendalian di sepanjang area yang terpapar, dan pengendalian pada para pekerja. Pengendalian risiko pemaparan bahan kimia diantaranya dengan melakukan pengecekan konsentrasi /nilai batas aman pemakaian bahan kimia serta lama pemaparannya. Selanjutnya adalah dengan pemeriksaan kesehatan para pekerja secara rutin dan berkala, sehingga akan didapat data kesehatan pekerja sebagai bentuk pendeteksian dini terhadap risiko paparan bahan kimia. Penempatan tenaga ahli juga diperlukan untuk mengendalikan risiko bahan kimia. Peningkatan pengetahuan para pekerja mengenai bahan kimia tersebut beserta risikonya juga penting dalam mengendalikan risiko bahan kimia. Selain itu pada pekerja yang terpapar debu asbes dan semen untuk mengurangi tingginya konsentrasi debu asbes dan semen dengan membuat pembatas yang tegas di antara ruang-ruang unit operasi, penambahan sistem ventilasi udara setempat secara natural, monitoring pengukuran lingkungan kerja secara rutin serta menjaga kebersihan lingkungan kerja.

Dan hal yang tidak kalah penting dalam upaya mendukung pengendalian risiko bahan kimia adalah penggunaan personal protective equipment atau yang biasa disebut alat pelindung diri (APD) terutama masker. Untuk benzene yang masuk ke dalam tubuh terutama dalam bentuk gas/uap Tidak hanya sekedar masker, masker yang tepat dan efektif untuk meminimalkan risiko tersebut seharusnya berupa canister respirator yang dapat melindungi paparan partikel gas toksik karena dilengkapi filter. Penempatan tenaga ahli juga diperlukan untuk mengendalikan risiko bahan kimia. Peningkatan pengetahuan para pekerja mengenai bahan kimia tersebut beserta risikonya juga penting dalam menggendalikan risiko bahan kimia.

Karena bersifat toksik, sudah seharusnyalah penyimpanan dan pengangkutannya dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur keamanan dan kesehatan kerja. Hal yang tidak kalah penting dalam upaya mendukung pengendalian risiko bahan kimia adalah penggunaan personal protective equipment atau yang biasa disebut alat pelindung diri (APD). Untuk benzene yang masuk ke dalam tubuh terutama dalam bentuk gas/uap melalui inhalasi/pernafasan, maka dibutuhkan masker . Tidak hanya sekedar masker, masker yang tepat dan efektif untuk meminimalkan risiko tersebut seharusnya berupa canister respirator yang dapat melindungi paparan partikel gas toksik karena dilengkapi filter. Selain kesesuaian fungsidan jenis alat pelindung diri, maka juga harus diperhatikan kenyamanan pemakaiannya dan tidak menimbulkan gangguan dalam bekerja.

 

GIZI DAN PRODUKTIVITAS KERJA

09 Jul

GIZI DAN PRODUKTIVITAS KERJA

PENGARUH PERBAIKAN GIZI KESEHATAN

TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA

DEFISIENSI ZAT BESI DAN PRODUKTIVITAS KERJA

Zat besi besar peranannya dalam kegiatan oksidasi menghasilkan energi dan transportasi oksigen, maka tidak diragukan lagi apabila kekurangan zat besi akan terjadi perubahan tingkah laku dan penurunan kemampuan bekerja. Yang berperan dalam proses oksidasi antara lain Cytochrome, flavoprotein, dan senyawa-senyawa mitochondria yang mengandung zat besi lainnya. pada keadaan defisiensi besi, terjadi penurunan konsentrasi sitokrom c pada mukosa usus lebih awal daripada penurunan konsentrasi haemoglobin. Diduga akibat regenerasi sel lining mukosa usus lebih cepat daripada regenerasi sel darah merah, sehingga menurunnya pasokan besi mempengaruhi sel-sel tersebut secara cepat.

DEFISIENSI ENERGI DAN PRODUKTIVITAS KERJA

Tanpa ada gizi, energi tidak bisa dihasilkan oleh tubuh, dikarenakan sel-sel kita tidak memperoleh makanan.  Dan tentu saja, seseorang akan loyo dan merasa malas bekerja. Sekalipun seseorang memiliki kebiasaan malas, namun kurangnya gizi merupakan penyebab utama  (Ari Agung, 2002).  Kurangnya dalam tubuh akan karbohidrat, protein dan zat lemak dapat menyebabkan pembakaran ketiga unsur tersebut kurang  menghasilkan energi, akibatnya tubuh menjadi lesu, kurang bergairah untuk melakukan berbagai kegiatan dan kondisi tubuh yang demikian tentunya akan banyak menimbulkan kerugian (peka akan macam-macam penyakit, kemalasan untuk mencari nafkah, produktivitas kerja sangat lemah, dan lain-lain) (Marsetyo dan Kartasapoetra, 1991).

DEFISIENSI VITAMIN B1 DAN PRODUKTIVITAS KERJA

Vitamin B1 dikenal sebagai “Vitamin Semangat” ,  karena bila terjadi kekurangan akan menimbulkan penurunan kegiatan syaraf.  Penelitian pada manusia yang diberi makanan  kurang vitamin B1 menunjukkan   dalam waktu singkat orang-orang tersebut tidak bersemangat, mudah tersinggung, sulit konsentrasi.  Dalam tiga hingga tujuh minggu timbul gejala kelelahan, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan,

konstipasi, kejang otot dan berbagai rasa nyeri syaraf.  Keluhan ini dapat dihilangkan dan

pulih setelah mengkonsumsi vitamin B1 secukupnya (Ari Agung, 2002).

KERACUNAN

Enam Langkah Mencegah Keracunan Makanan

Keracunan makanan adalah gejala klinis atau gangguan kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi racun. Bisa berasal dari bahan kimia, racun alami makanan, atau mikroorganisme. Bahan kimia di antaranya sianida, pestisida yang digunakan berlebihan pada produk pertanian, dan bahan kimia rumah tangga. Makanan yang dari asalnya sudah menyimpan racun juga bisa menimbulkan keracunan. Contoh, singkong dan daunnya mengandung zat amidalin. Sewaktu-waktu asam sianidanya dapat terlepas dari ikatannya sehingga bisa menimbulkan keracunan sianida.

Mikroorganisme yang mencemari makanan berulah dengan cara mengeluarkan racun (bacterial food poisoning) atau menginfeksi saluran pencernaan (bacterial food infection). Clostridium botulinum adalah contoh mikroorganisme yang meracuni dengan cara mengeluarkan racun. Bakteri ini sering terdapat pada makanan kaleng yang sudah rusak, umpamanya kaleng kembung, berkarat, bocor, segel rusak, isinya menggelembung, berbau, atau berwarna tak normal. Pseudomonas cocovenans yang menghasilkan racun pada tempe bongkrek, dan Staphylococcus aureus yang mengeluarkan toksin pada makanan berprotein tinggi (daging, telur, susu, ikan) dan makanan yang disiapkan dalam jumlah besar.

Ada enam langkah mencegah keracunan seperti dimasyarakatkan Departemen Kesehatan RI. Langkah itu dimulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan makanan mentah, pengolahan bahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan, dan penyajian. Pemilihan bahan akan lebih efektif bila dibeli dalam jumlah terbatas. Khusus untuk makanan mudah rusak, proses seleksi lebih baik dilakukan saat pengolahan. Lalu seleksi makanan yang tidak mudah rusak dilakukan saat penyimpanan. Menyimpan bahan makanan yang tidak mudah rusak dan yang mudah rusak juga perlu dibedakan. Yang gampang rusak disimpan di lemari es atau gudang berpendingin. Yang awet cukup ditaruh di gudang biasa atau lemari bahan makanan. Yang penting, tempatnya bebas tikus, menerapkan prinsip FIFO (first in first out), mudah dibersihkan, dan penempatan-nya dipisahkan dari bahan kimia.

Pengolahan bahan makanan menjadi makanan siap santap, yang merupakan salah satu titik rawan terjadinya keracunan. Banyak kasus keracunan terjadi karena tenaga pengolahnya tidak memperhatikan aspek higiene dan sanitasi. Jangan pernah menyimpannya secara sembarangan hanya karena berpikiran akan dimasak lagi. Bisa jadi suhu untuk memanaskan makanan menjadi setengah matang tidak cukup untuk membunuh kuman

GIZI DAN KETAHANAN FISIK

Masalah Gizi dalam Kaitannya dengan Ketahanan Fisik dan Produktivitas Kerja.

Banyak masalah-masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat tidak adanya keseimbangan gizi yang lebih dikenal sebagai akibat gizi salah. Gizi salah yang diderita pada masa janin (dalam kandungan) dan masa anak-anak dapat menghambat antara lain kecerdasan, motivasi, kesanggupan belajar. Selain itu, ada dugaan bahwa gizi salah yang diderita pada masa janin dapat menimbulkan kelainan kromosoma yang bisa berakibatkan pada perilaku abnormal ataupun kelainan-kelainan yang akan bertahan selama hidup. Masalah lain yang dapat diakibatkan oleh gizi salah ini adalah gangguan perkembangan Fisik. Suatu studi yang dilakukan di India menunjukkan bahwa 90 % dari 3000 anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah mempunyai ukuran tubuh lebih kecil dari ukuran normal. Keadaan seperti ini merupakan gambaran umum dari masyarakat di negara-negara yang secara ekonomi tergolong kurang berkembang. Masih berkaitan dengan berat

Badan lahir yang rendah, pada suatu penelitian yang dilakukan di Hertfordshire (lnggris) ditemukan bahwa bayi bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2,5 kg mempunyai resiko yang besar untuk menderita penyakit jantung koroner. Namun yang cukup menarik dari penelitian tersebut bahwa resiko itu menjadi menurun bila kekurangan tersebut dapat dikejar sehingga mencapai berat badan yang normal (Barker,1992). Jadi jelas sekali bahwa perawatan yang tentunya termasuk gizi dalam hal ini cukup menentukan kondisi seseorang selanjutnya dan ini tentunya sedikit banyaknya akan berkaitan dengan produktifitas kerja dan kualitas hidupnya di kemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA

Ari Agung, I Gusti Ayu. Pengaruh Perbaikan Gizi Kesehatan dan Produktivitas Kerja. UHI.

Gsianturi, 2004. Enam Langkah Mencegah Keracunan Makanan. (Online). (http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1100141359,99491, diakses tanggal 16 April 2010).

Maas T, Linda. Masalah Gizi dalam Kaitannya dengan Ketahanan Fisik dan Produktivitas Kerja. USU.

 
 

Zink Immune

09 Jul

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Zinc (seng) adalah salah satu mikronutrien atau mineral yang esensial bagi manusia. Zinc diperlukan oleh berbagai jenis enzim dalam menjalankan fungsinya, zinc juga diperlukan oleh berbagai protein lain, serta oleh biomembran. Dalam hal ini, zinc berperan penting dalam metabolisme tingkat seluler. Bahkan, kehadiran zinc dalam tubuh kita akan sangat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh, sehingga berperan penting dalam pencegahan infeksi oleh berbagai jenis bakteri patogen. Menurut penelitian, defisiensi enzim pada ibu hamil akan sangat mempengaruhi fungsi kekebalan pada janin, hal tersebut akan tetap bertahan setelah sang janin lahir dan juga selama masa hidupnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengkonsumsi zinc.

Shigella adalah bakteri yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan gejala mulai dari diare, nyeri perut, muntah, dan mual, sampai komplikasi yang lebih serius. Infeksi ini disebut Shigellosis, terkadang dapat menghilang dalam perjalanan penyakitnya, antibiotik dapat mempersingkat perjalanan penyakit.

Shigellosis atau diare yang disebabkan oleh bakteri Shigella tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Zinc dalam tubuh. Hal ini dikarenakan saat terjadi diare, Zinc  yang ada dalam tubuh akan hilang dalam jumlah besar pada saat seorang anak menderita diare. Pengganti zinc yang hilang dengan demikian sangat diperlukan dalam proses kesembuhan seorang anak dan untuk menjaga kesehatannya di bulan-bulan mendatang.

Dalam makalah ini, akan diterangkan lebih lanjut mengenai imunitas yang dihasilkan oleh Zinc dan kaitannya dengan diare yang disebabkan oleh Shigella.

  1. B. Rumusan Masalah
  1. Apakah Zinc Immune itu?
  2. Bagaimana pengaruh Shigella bagi manusia?
  3. Bagaimana hubungan dan peranan Zinc Immune terhadap Shigella pada manusia?

  1. C. Tujuan
  1. Untuk mengetahui peranan Zinc terhadap imunitas tubuh
  2. Untuk mengetahui penyakit yang disebabkan oleh Shigella
  3. Untuk mengetahui hubungan antara Zinc Immune dan Shigella

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Definisi dan Peranan Zinc Immune

Seng merupakan mineral esensial bagi tubuh karena merupakan unsur inorganik yang tidak dapat dikonversikan dari zat gizi lain sehingga harus selalu tersedia dalam makanan yang dikonsumsi (Bender, 1993).

Zinc membantu pertumbuhan manusia dan meningkatkan imunitas. Tanpa zinc, ratusan enzim dalam tubuh tidak bisa berfungsi. Zinc yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai seng, dan dalam ilmu kimia dilambangkan dengan Zn, merupakan mineral penting yang terdapat dalam semua sel tubuh mahluk hidup, termasuk tubuh manusia. Lebih dari 300 macam enzim di dalam tubuh manusia memerlukan zinc sebagai kofaktor untuk menjamin optimasi fungsinya. Tanpa kehadiran zinc, semua enzim tersebut akan mogok kerja. Dapat dibayangkan apa yang bakal terjadi jika pemogokan besar-besaran pasukan enzim tersebut benar-benar terjadi.

Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa banyak penduduk yang masih menderita defisiensi zinc. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya sistem imunitas (kekebalan) tubuh seseorang sehingga menjadi sangat mudah terserang berbagai penyakit (Smith, 1988). Zinc memiliki sebutan sebagai mineral penyembuh yang sangat mendukung fungsi sistem imunitas tubuh.

Defisiensi zinc juga diduga sebagai komponen zat gizi utama yang berperan dalam penghambatan proses pertumbuhan dan pematangan seksualitas. Secara biokimia, zinc terlibat dalam biosintesis DNA (asam deoksiribonukleat) dan diduga sebagai aktivator enzim kolagen sintetase, yaitu suatu enzim yang berperan dalam biosintesis kolagen dan meningkatkan perbaikan jaringan. Jumlah yang dibutuhkan Zinc adalah mineral esensial yang ditemukan pada hampir semua sel. Zinc dapat menstimulasi aktivitas 100 macam enzim dan terlibat sebagai kofaktor pada 200 jenis enzim lainnya. Zinc dinyatakan sebagai mineral yang berperan untuk meningkatkan reaksi biokimia di dalam tubuh. Mineral ini mendukung kinerja sistem imun yang diperlukan dalam penyembuhan luka, membantu memelihara fungsi indra penciuman dan pengecap, serta dibutuhkan dalam sintesis DNA. Zinc juga turut mendukung pertumbuhan yang normal selama kehamilan, masa kanak-kanak, dan dewasa. Sumber Zinc terdapat pada berbagai jenis bahan pangan. Tiram mengandung zinc dalam jumlah terbesar per takaran sajinya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, daging dan unggas memenuhi mayoritas kebutuhan zinc karena lebih sering dikonsumsi. Sumber-sumber zinc lain yang dapat dikonsumsi adalah biji-bijian, kacang-kacangan, makanan laut, gandum-ganduman dan produk-produk susu. Di dalam tubuh, sistem penyerapan zinc yang berasal dari sumber hewani berlangsung lebih baik daripada yang berasal dari bahan nabati. Penyebab utama penghambatan penyerapan zinc dari bahan nabati adalah tingginya kadar asam fitat dalam gandum-ganduman, serealia, kacang-kacangan dan sebagainya. Asam fitat dapat bertindak sebagai antinutrisi, yang mekanisme kerjanya adalah menghambat penyerapan zinc dari bahan nabati. Panduan diet Amerika tahun 2000 telah menyarankan pola konsumsi gizi seimbang untuk memenuhi segala kebutuhan gizi tubuh. Dalam kaitannya dengan zinc, kombinasi konsumsi daging, unggas, makanan laut, gandum-ganduman, polong-polongan kering, kacang-kacangan, dan sereal yang telah difortifikasi merupakan pilihan yang paling baik.

Gejala-gejala defisiensi zinc adalah keterbelakangan pertumbuhan, kerontokan rambut, diare, penundaan pematangan seksual (hipogonadism), impotensi, ruam-ruam pada mata dan kulit (dermatitis) serta kehilangan selera makan. Gejala lainnya yang juga ditemukan adalah penurunan berat badan, masa penyembuhan luka yang lambat, abnormalitas indra penciuman dan pengecap akibat parakeratosis (penebalan ujung saraf sehingga tidak sensitif), serta kelesuan mental.

  1. B. Shigella pada Manusia

Shigella adalah bakteri yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan gejala mulai dari diare, nyeri perut, muntah, dan mual, sampai komplikasi yang lebih serius. Infeksi ini disebut Shigellosis yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh berbagai spesies Shigella, terkadang dapat menghilang dalam perjalanan penyakitnya, antibiotik dapat mempersingkat perjalanan penyakit.

Shigellosis, yang paling umum terjadi dalam musim panas, umumnya mengenai anak-anak usia 2-4 tahun, dan jarang menginfeksi bayi kurang dari 6 bulan. Infeksi ini sangat menular dan dapat dicegah dengan cuci tangan yang baik.

Bakteri Shigella menghasilkan racun yang dapat menyerang permukaan usus besar, menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding usus, dan diare berdarah. Keparahan diare pada Shigellosis berbeda dari diare biasa. Pada anak-anak dengan Shigellosis, pertama kali buang air besar, banyak, sering dan berair. Kemudian buang air besar mungkin lebih sedikit, tetapi terdapat darah dan lendir di dalamnya. Gejala lain Shigellosis termasuk:

- Nyeri perut

- Demam tinggi

- Hilangnya nafsu makan

- Mual dan muntah

- nyeri saat buang air besar

Dalam kasus Shigellosis yang sangat parah, seseorang mungkin mengalami kejang, kaku kuduk, sakit kepala, kelelahan, dan kebingungan. Shigellosis juga dapat menyebabkan dehidrasi dan komplikasi lain yang jarang terjadi, seperti radang sendi, ruam kulit, dan gagal ginjal. Beberapa anak dengan kasus Shigellosis yang berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Shigellosis sangat menular. Seseorang dapat terinfeksi melalui kontak dengan sesuatu yang terkontaminasi oleh tinja dari orang yang terinfeksi. Ini termasuk mainan, permukaan di toilet, dan bahkan makanan yang disiapkan oleh seseorang yang terinfeksi. Misalnya, anak-anak yang menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh shigella seperti toilet atau mainan dan kemudian memasukkan jari-jari mereka di mulut maka mereka bisa menjadi terinfeksi. Shigella bahkan dapat dibawa dan disebarkan oleh lalat yang kontak dengan tinja yang terinfeksi.

Karena tidak membutuhkan banyak bakteri Shigella untuk menyebabkan infeksi maka penyakit dapat menyebar dengan mudah dalam keluarga dan penampungan anak. Bakteri mungkin juga tersebar di sumber air di daerah dengan sanitasi yang buruk. Shigella masih dapat disebarkan dalam 4 minggu setelah gejala penyakit selesai (walaupun pengobatan antibiotik dapat mengurangi pengeluaran bakteri Shigella di tinja).

Cara terbaik untuk mencegah penyebaran Shigella adalah dengan sering mencuci tangan yang bersih dengan sabun, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum mereka makan. Hal ini terutama penting dalam perawatan anak.

Jika Anda merawat anak yang mengalami diare, cuci tangan sebelum menyentuh orang lain dan sebelum memegang makanan. (Siapa pun dengan diare sebaiknya tidak menyiapkan makanan bagi orang lain.) Pastikan untuk sering membersihkan dan membersihkan toilet yang digunakan oleh seseorang dengan Shigellosis. Popok anak dengan Shigellosis harus dibuang dalam tong sampah yang tertutup, dan bekas popok harus dibersihkan dengan disinfektan setelah digunakan. Anak-anak (terutama mereka yang masih menggunakan popok) dengan Shigellosis atau dengan diare dari setiap penyebab harus dijauhkan dari anak-anak lain.

Penanganan, penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi Shigella. Makanan dingin harus disimpan dingin dan makanan panas harus disimpan panas untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  1. C. Hubungan dan Peranan Zinc Immune terhadap Shigella

Seperti yang telah dijelaskan diatas, Zinc berperan dalam membantu pertumbuhan dan meningkatkan imunitas tubuh. Apabila di dalam tubuh terjadi defisiensi Zinc, maka imunitas tubuh akan berkurang sehingga akan mudah teserang oleh berbagai penyakit salah satunya adalah diare. Telah disebutkan pula bahwa bakteri Shigella dapat menyebabkan penyakit diare. Bakteri Shigella menghasilkan racun yang dapat menyerang permukaan usus besar, menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding usus, dan diare berdarah.

Zinc ditetapkan sebagai gizi yang diperlukan untuk sel-sel yang melapisi usus. Saat tubuh mengalami diare, baik yang sedang maupun parah, seperti Shigellosis, Zinc dapat habis karena terus menerus dikeluarkan melalui feses. Kekurangan Zinc menyebabkan perubahan yang terukur dengan morfologi sel, Sehingga menghasilkan respon peradangan yang meningkat. Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition tahun ini melihat untuk memberikan Zinc pada anak yang menderita Shigellosis, bentuk dari gastroenteritis yang disebabkan oleh organisme flexneri Shigella. Shigella menyebabkan gastroenteritis, yang sering menghasilkan diare sedang hingga diare parah dan menyebabkan kekurangan gizi.

Dalam studi anak-anak usia 12-59 bulan secara acak menerima multivitamin dan kalsium plus 20mg zinc elemental selama 14 hari, atau multivitamin dan kalsium saja. Studi ini mengukur kadar seng dalam darah, waktu untuk resolusi diare, dan tingkat sirkulasi antibodi terhadap Shigella organisme dalam darah. Ia juga melihat morfologi usus dan peradangan di rektum.  Penelitian ini tidak menemukan adanya perbedaan waktu untuk resolusi antara kedua kelompok. Anak-anak dalam kelompok perlakuan mengalami peningkatan dalam konsentrasi seng serum atas grup plasebo. Efek yang paling menonjol adalah peningkatan secara keseluruhan dalam sirkulasi sel darah putih di dalam kelompok perlakuan. Anak-anak yang menerima suplemen seng mengalami peningkatan yang signifikan dalam antibodi yang ditujukan terhadap Shigella dibandingkan dengan plasebo. Mereka juga memiliki keseluruhan peningkatan jenis sel darah putih di dalam darah yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi. Tidak ada perubahan morfologi selular antara dua kelompok.

Para penulis menyimpulkan bahwa suplementasi dengan seng di Gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi Shigella hasil dalam respon imun meningkat. Suplementasi dengan seng dalam penyebab lain Gastroenteritis dapat membantu untuk meningkatkan respon imun juga; penelitian lebih lanjut diperlukan untuk dokumen efek ini.

Konsumsi zinc pada pasien diare dapat menurunkan jumlah ekskresi feses sampai 31%. Tidak hanya itu frekuensi BAB juga berkurang sampai 40% dengan pemberian suplemen zinc. Efektifitas zinc dalam mengatasi diare tidak dipengaruhi oleh umur pasien serta jenis zinc yang diberikan (tipe garam zinc: zinc sulfat, zinc acetate, atau zinc gluconate). Pemberian larutan oralit dan pemberian sirup zinc secara terpisah telah terbukti lebih baik dalam mengatasi diare dibandingkan dengan pemberian larutan oralit saja. Zinc terbukti dapat meningkatkan absorpsi air dan elektrolit dengan cara membantu proses regenerasi mukosa intestinal. Zinc juga dapat membantu proses restorasi enzim-enzim di saluran pencernaan, sehingga proses pencernaan dapat pulih kembali seperti semula, tidak hanya itu zinc juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. WHO telah merekomedasikan penggunaan zinc dalam pengobatan diare dengan dosis 10-20 mg per hari selama 14 hari (10 mg untuk umur kurang dari 6 bulan, 20 mg untuk umur lebih/sama dengan dari 6 tahun)

Peranan penting Zinc dalam tubuh manusia dan berbagai penelitian yang menunjukkan Zinc dapat digunakan sebagai tata laksana diare. Maka pemberian Zinc telah mendapatkan rekomendasi dari WHO dan Unicef sebagai salah satu dari 5 rekomendasi tatalaksana diare, yaitu:

1.Penggunaan oralit formula baru (osmolaritas rendah) dan cairan rumah tangga

2.Lanjutkan pemberian ASI

3.Lanjutkan pemberian makanan

4.Penggunaan antibiotika yang selektif

5.Pemberian suplementasi Zinc selama 10 – 14 hari

v Depkes RI juga telah mengadopsi rekomendasi bersama WHO dan Unicef, saat ini sedang menyosialisasikan program Lima Langkah Tuntaskan Diare (LINTAS DIARE), yaitu:
1.Oralit

2.Zinc 10 hari

3.Teruskan ASI dan makanan

4.Antibiotik Selektif

5.Nasihat (Penyuluhan)

v Mekanisme kerja Zinc untuk terapi diare diduga adalah sebagai berikut:

1.Mempengaruhi system imun (pertahanan tubuh) spesifik humoral ataupun selular

2.Mempengaruhi proses penyerapan intestinal dan/atau proses transport sekretorik

3.Memiliki efek penghambatan antimikroba, seperti Salmonella thypi, Salmonella parathypi A, Shigella flexneri, Shogella sonnei

v Dari berbagai penelitian yang dilakukan, Zinc terbukti:

1.Memperpendek durasi diare

2.Mengurangi insiden diare

3.Mengurangi 24% rawat inap di RS akibat diare

4.Mengurangi angka kematian pasien akibat diare

BAB III

PENUTUP

  • Kesimpulan :
  1. Zinc merupakan mineral penting yang terdapat dalam semua sel tubuh mahluk hidup, membantu pertumbuhan manusia dan meningkatkan imunitas. Tanpa zinc, ratusan enzim dalam tubuh tidak bisa berfungsi. Lebih dari 300 macam enzim di dalam tubuh manusia memerlukan zinc sebagai kofaktor untuk menjamin optimasi fungsinya.
  2. Shigella adalah bakteri yang dapat menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan gejala mulai dari diare, nyeri perut, muntah, dan mual, sampai komplikasi yang lebih serius yang disebut Shigellosis.
  1. Zinc Immune berperan dalam mengatasi diare pada bayi dan anak-anak. Konsumsi zinc pada pasien diare dapat menurunkan jumlah ekskresi feses sampai 31% dan  frekuensi BAB juga berkurang sampai 40% dengan pemberian suplemen zinc. WHO telah merekomedasikan penggunaan zinc dalam pengobatan diare dengan dosis 10-20 mg per ari selama 14 hari.
  • Saran :
  1. Dalam pembuatan makalah diharapkan mengambil referensi yang lebih banyak lagi agar kesesuaian dan kelengkapan informasi semakin lengkap.
  2. Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum sebagai tambahan informasi kesehatan.
  3. Pemerintah lebih mengintensifkan pemberian informasi kesehatan semacam ini ke masyarakat di tingkat kecamatan dan kabupaten.

DAFTAR PUSTAKA

Santosa, Siti Supardiyah. Persepsi Masyarakat terhadap Penyakit Shigella (Disentri) di Jakarta Utara. (http://www.litbang.depkes.go.id/media/data/shigella.pdf). Diakses 15 April 2010.

Formulasi Oralit Baru dan Suplemen Zink dalam Penanganan Diare pada Anak. Vol.8, No.3, Mei 2007. Hal 4,5,9. Info Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI.

http://lib.ugm.ac.id/digitasi/upload/726_pp0906010.pdf

www.1uphealth.com

http://biotek.infogue.com/zinc_mineral_peningkat_kekebalan_tubuh

Anonim. 2009. Zinc Efektif Turunkan Keparahan Diare. (http://health.detik.com/read/2009/07/10/111527/1162594/756/zinc-efektif-turunkan-keparahan-diare). Diakses tanggal 15 April 2010.

Klein, Joel. 2007. Shigella Infections. (http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=20048&article_set=23014). Diakses 17 April 2010.

http://informasitips.com/zinc-mineral-esensial-untuk-kesehatan

http://textbookofbacteriology.net/themicrobialworld/Shigella.html

 
 

ELIMINASI MALARIA

09 Jul

Sampai saat ini, Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah mengupayakan berbagai strategi dalam penanggulangan  kasus malaria. Malaria disebabkan oleh Plasmodium dengan vector nyamuk anopheles. Departemen Kesehatan mencanangkan program eliminasi penyakit malaria secara bertahap untuk membasmi penyakit menular yang hingga saat ini masih endemis di sebagian besar wilayah Indonesia. Kebijakan eliminasi ini bertujuan melakukan upaya pembasmian malaria secara bertahap di Indonesia..Upaya Depkes dalam menggalakkan program eliminasi malaria di antaranya peningkatan kualitas pengobatan obat anti-malaria dengan ACT di seluruh Indonesia. di antaranya dikarenakan plasmodium (parasit) malaria kini telah kebal (resistance) terhadap obat lama. Tetapi dalam melakukan eliminasi pihak depkes mengalami beberapa hambatan dalam proses pengendalian malaria di Indonesia diantaranya karena kurangnya aksesbilitas dan pemerataan pelayanan di daerah terpencil dan kepulauan, terbatasnya kualitas SDM.

Eliminasi malaria secara tepat dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan secara bertahap, dari segi agent, vektor, host, dan environment, tidak hanya tergantung pada penggunaan obat anti-malaria ACT. Metode-metode eliminasi tersebut antara lain:

  1. Eliminasi pada Vektor

Cara eliminasi malaria pada vektornya adalah dengan memutus rantai dengan cara memberantas vector nyamuk penular malaria yaitu nyamuk anopheles. Pemberantasan vector ini bisa dilakukan dengan cara membunuh jentik nyamuk, menghilangkan tempat perindukan yang potensial.

  1. Eliminasi dari Host

Pada host perlu diberikan vaksinasi untuk melindungi tubuh dari penularan malaria. Menggunakan pakaian yang tertutup (berlengan panjang) jika keluar rumah pada malam hari, diberikan penyuluhan kesehatan dan dibagikan kelambu berinsektisida. Pada penderita yang sudah terbukti positif malaria, diberikan penanganan secepatnya pada pihak puskesmas atau rumah sakit.

  1. Eliminasi dari Lingkungan

Eliminasi ditinjau dari lingkungan, dilakukan dengan cara  penyemprotan pada rumah-rumah. dengan memodifiksi atau memanipulasi lingkungan supaya tidak cocok lagi jadi habitat vektor,  menimbun genangan air, mengeringkan genangan air, menutup genangan air, mengalirkan air yang tergenang, memfungsikan genangan air, memberikan insektisida (obat anti jentik) kepada genangan air yang besar dan mencegah timbulnya genangan air baru.

Mengeliminasi malaria harus dilakukan dengan kerjasama dan semangat kemitraan serta menjadi bagian yang integral dari pembangunan nasional, selain itu kegiatan yang dilakukan tingkat provinsi dan kabupaten kota harus terkoordinasi dengan baik, sehingga eliminasi malaria di Indonesia dapat terwujud

 
 
Improve the web with Nofollow Reciprocity.