RSS
 

Archive for the ‘Kesehatan Lingkungan & Pemukiman Industri’ Category

Definisi KLPI

09 Jul

NAMA            : ERMAYANI DWI ASTUTI

NIM                : E2A008045

KELAS           : REGULER 1-2008

  1. Jelaskan perbedaan antara kesehatan lingkungan dengan kesehatan lingkungan permukiman!
    1. Kesehatan Lingkungan

Suatu keseimbangan ekologis yang harus ada antara manusia dengan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.

  1. Kesehatan Lingkungan Permukiman

Kondisi fisik, kimia, biologi di dalam rumah, di lingkungan rumah, dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan derajat yang optimal.

  1. Apa yang dimaksud dengan hantavirus

Jawab  : Hantavirus adalah suatu penyakit virus yang ditularkan dari hewan pengerat kepada manusia dan menyebabkan infeksi paru-paru dan ginjal yang berat. Hantavirus merupakan bunyavirus yang mempunyai hubungan jauh dengan kelompok Kalifornia dari virus ensefalitis. Hantavirus bisa ditemukan di seluruh dunia, dalam air kemih, tinja dan air ludah dari beberapa binatang pengerat, termasuk mencit dan tikus lading dan tikus laboratorium. Manusia mendapatkan infeksi ini bila berhubungan dengan hewan pengerat atau kotorannya, atau bila menghisap partikel virus dalam udara.

  1. Apa yang dimaksud dengan healthy city

Jawab  : suatu kondisi kota yang nyaman, aman, bersih, dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya pencapaian beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi dan disepakati masyarakat dengan pemda.

6 Langkah utama Program Healthy City (WHO)

  1. Getting started : memulai dan membangun kerjasama
  2. Knowing your city : menganalisa kondisi obyektif kota
  3. Looking Forward : mengembangkan visi bersama dan pencapaian sasaran program
  4. Getting Organized : mengorganisasi gerakan
  5. Takking action : pelaksanaan monitoring
  6. Getting Feedback : menilai perkjembangan dan melalui evaluasi

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan siklus biogeokimia

Jawab  : Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan reaksireaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia. Siklus-siklus tersebut antara lain: siklus air, siklus oksigen, siklus karbon, siklus nitrogen, dan siklus sulfur.

  1. Apa yang menyebabkan Immune respone berkembang?

Jawab  : sel-sel dalam tubuh yang berkembang dengan baik, sel darah, adanya antigen yang masuk sehingga tubuh membentuk antibody.

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan self purification

Jawab  : Self purification merupakan suatu proses alami dimana sungai mempertahankan kondisi asalnya melawan bahan – bahan asing yang masuk kedalam sungai. Menyempurnakan metode buatan dari penngelolaan kualitas air dan menyangkut proses fisik kimia dan biologis.

  1. Sebutkan 20 macam bahan yang berada di lingkungan buatan manusia yang merusak lingkungan!

Jawab  : Plastic, Freon, kaca, kapas, tissue, parfum, pengharum ruangan, cat, asap, sampah, rokok, cat, pestisida, metil bromida, perusak ozon, debu, limbah, asbes, pembalut, insektisida.

  1. Macam bahan pengawet pada makanan dan dampaknya bagi kesehatan tubuh

Jawab:

  1. Formalin : keracunan pada tubuh, iritasi lambung, muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian
  2. MSG         : hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.
  3. Boraks       : Anemia, rambut rontok dan kanker, Gangguan pencernaan, Nafsu makan menurun
  4. Aspartame : pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus.

  1. Sebutkan perilaku manusia yang bisa merusak lingkungan

Jawab  :

-          Penebangan liar

-          Membuang sampah sembarangan

-          Pengeboran lepas pantai

-          Pukat harimau

-          Bahan pengawet

-          Pembuangan limbah industry tak ramah lingkungan

-          Pemakaian pestisida

-          Pemakaian Freon

-          Perilaku merokok

10.  Ukuran radiasi pada makanan

Dosis KGY Makanan
Dosis Rendah

  1. Pencegahan pertunasan
  2. Pembasmian serangga
  3. Perlambatan fisiologis

0,05-0,15

0,15-0,5

0,5-1

Kentang, bawang putih

Kacang-kacangan

Buah dan sayur

Dosis sedang

  1. Perpanjangan ms simpan
  2. Pembasmian mikroorganisme
  3. Perbaikan teknologi pangan

1,00-3,00

1,00-7,00

2,00-7,00

Ikan, arbei

Hasil laut

anggur

Dosis Tinggi

  1. Pensterilan industri

10-15

Daging unggas

11.  Dampak radiasi makanan yang berlebihan

Jawab  : Jenis radiasi yang dapat digunakan untuk pengawetan bahan makanan adalah radiasi elektromagnetik, yaitu radiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi sehingga sanggup menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang dilaluinya. Jenis radiasi ini dinamakan radiasi pengion

Dampak yang ditimbulkan menyangkut kesehatan pada makanan yang diiradiasi adalah:

a. Perubahan kimia akibat radiasi mengakibatkan penurunan nilai gizi makanan, yang menyangkut perubahan komposisi protein, vitamin, dan lain-lain.

b. Mikroba yang diradiasi bersifat resisten atau mengalami mutasi. Daya tahan berbagai jenis mikroorganisme terhadap radiasi secara berurutan adalah sebagai berikut: spora bakteri > khamir > kapang > bakteri gram positif > bakteri gram negative. Ternyata bakteri gram negative paling peka terhadap radiasi. Oleh karena itu, untuk menekan proses pembusukan makanan yang disebabkan oleh bakteri gram negative dapat digunakan iradiasi dosis rendah.
c. Iradiasi pada suatu bahan makanan yang mengandung air menyebabkan ionisasi molekul-molekul air membentuk hydrogen dan radikal hidroksil. Hydrogen dan radikal hidroksil secara kimiawi dikenal sangat reaktif dan dapat bertindak sebagai zat pereduksi ataupun pengoksidasi.

 

Klorin

09 Jul

NAMA : ERMAYANI DWI ASTUTI
NIM : E2A008045
KELAS : REGULER 1-2008

1. Apa dampak klorin pada tubuh ?
Jawab:
Klorin sangat potensial untuk terjadinya penyakit di kerongkongan, hidung dan trakt respiratory (saluran kerongkongan didekat paru-paru). Akibat-akibat akut untuk jangka pendek : Pengaruh 250 ppm selama 30 menit kemungkinan besar berakibat fatal bagi orang dewasa. Terjadi irritasi tinggi waktu gas itu dihirup dan dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar. Jika berpadu dengan udara lembab, asam hydroklorik dan hypoklorus “dapat mengakibatkan peradangan jaringan tubuh yang terkena. Pengaruh 14 s/d 21 ppm selama 30 s/d 60 menit menyababkan penyakit pada paru- paru seperti pnumonitis, sesak nafas, emphisema dan bronkitis” (Waldbott, 1978). Akibat-akibat yang kronis/sublethal untuk jangka panjang : Untuk jangka panjang dari pengaruh gas klorine, ada kemungkinan “menjadi tua sebelum waktunya, menimbulkan masalah dengan cabang tenggorok, pengkaratan pada gigi dan besar kecenderungan munculnya penyakit paru-paru seperti tbc dan emphisema.” (Chlorine Institute, 1980).
Indikasi gangguan bila terkontaminasi klorin adalah 0,2 ppm: hidung terasa gatal; 1,0 ppm: krongkongan gatal atau rasa kering, batuk, susah nafas; 1,3 ppm (untuk 30 menit): sesak nafas berat dan kepala sangat pening; 5 ppm : peradangan hidung, pengkaratan gigi dan sesak nafas; 10,0 ppm: trakt respiratori menjadi sangat diganggu; 15-20 ppm: batuk lebih keras, terasa tercekik, sesak di dada; 30 ppm: berbahaya untuk kehidupan selanjutnya atau untuk sehat seperti batuk hebat, tercekik, sesak nafas dan muntah-muntah; 250 ppm: kemungkinan besar fatal (orang mati); 1000 ppm: pasti mati.
Zat klorin hanya bagus apabila digunakan sebagai pemutih. Penelitian membuktikan bahaya klorin yang dapat merusak vitamin B, C dan E dalam tubuh. Apabila bereaksi dengan asam dari tumbuhan yang membusuk akan terbentuk trihalomethans (THMs) yang bersifat karsinogen. Ini merupakan penyebab dari berbagai penyakit seperti lever, ginjal, pernapasan, tensi darah rendah dan cacat lahir. Juga menyebabkan pengendapan kolesterol dalam darah dan stroke.

2. Carilah data jumlah penduduk kota Semarang, Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Bandung,
Jawab :
1. Jakarta : . luasnya adalah sekitar 740 km²; dan penduduknya berjumlah 8.792.000
2. Surabaya : . luas wilayah kota surabaya adalah 374,36 km2, jumlah penduduk 3.282.156
3. Bandung : Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare, jumlah penduduk 2.771.138
4. Medan : Kota Medan memiliki luas 26.510 Hektar. Jumlah penduduk 2.036.018
5. Bekasi : Luas kota bekasi 210,49 Km2. Jumlah penduduk 1.940.308
6. Tangerang : Luas kota tanggerang 164.54 km2. Jumlah penduduk 1.488.666
7. Semarang : Luas kota semarang 225,17 km². jumlah penduduk 1.352.869
8. Depok : Luas kota Depok 200.29km2. jumlah penduduk 1.339.263
9. Palembang : Luas kota palembang 102.47km2. Jumlah penduduk 1.323.169
10. Makasar : Luas kota makassar 128,12 km². Jumalh penduduk 1.168.258
11. Yogyakarta: luas 32,5 km2 jumlah penduduk 435.236 jiwa
3. Sumber air utama di Surabaya
Jawab:
sumber utama berasal dari kali Surabaya. Kali Surabaya merupakan salah satu segmen dari Kali Brantas yang keberadaannya berhulu dari Dam Lengkong Mojokerto dan bermuara di Surabaya. Pada Daerah Pengaliran Sungai (DAS) terdapat sejumlah industri-industri berpotensi pencemaran berat baik berskala besar,menengah dan kecil. Sampai saat ini terdapat sejumlah + 42 industri yang telah dilakukan pemantauan secara periodik. Disamping itu pada Daerah Pengaliran Sungai (DAS) juga merupakan daerah terpadat pemukiman dibandingkan dengan segmen-segmen anak sungai Kali Brantas lainnya. Jumlah penduduk yang bermukim pada Daerah Pengaliran Sungai ini memberikan kontribusi buangan limbahnya pada Kali Surabaya sehingga beban pencemaran limbah domestik juga memiliki potensi besar.
Kualitas air sungai ditentukan oleh debit air dan debit limbah yang dibuang ke dalam badan air sungai tersebut. Jika badan air Kali Surabaya sudah ditetapkan sebagai badan air dengan kualitas air Golongan B yang memang layak sebagai air baku untuk produksi air minum, maka tindakan selanjutnya adalah mengendalikan kualitasnya dengan menetapkan berapa besar limbah yang boleh dibuang ke badan air sungai itu disesuaikan dengan debit air sungai yang ada. Jumlah limbahpun harus fluktuatif sesuai dengan fluktuasi debit air sungai itu sendiri, karena debit air sungai memang dinamik sesuai dengan musim yang terjadi.
Pada akhir-akhir ini masalah pencemaran air Kali Surabaya dikaitkan dengan limbah domestik penduduk yang tinggal disepanjang/ disekitar Kali Surabaya. Bahkan adanya pendapat bahwa kontribusi pencemaran Kali Surabaya (bukan Kali Mas atau Kali Wonokromo) saat sekarang lebih banyak disebabkan oleh limbah domestik dibanding dari pada limbah industri perlu dikaji lagi. Kesimpulan yang salah pasti akan membuat masalah pencemaran kali Surabaya tidak pernah terselesaikan bahkan bisa menjadi semakin serius dari waktu ke waktu yang tentunya menjadi semakin merugikan kepentingan rakyat banyak.
Dari analisis kualitas air Kali Surabaya sepanjang tahun diketahui bahwa beban pencemaran menjadi meningkat tajam di hulu IPAM PDAM Karangpilang setelah air sungai melewati banyak industri, setelah muara Kali Tengah di Driyorejo Gresik. Setelah komplek industri tersebut sering terjadi banyak ikan menggelepar
Air PDAM Kota Surabaya tidak layak konsumsi, karena mengandung kadar dioxide oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD) dan chemical oxygen demand (COD), melebihi batas pencemaran air. PDAM menggunakan air Kali Surabaya sebagai sumber produksi. Padahal kali itu tercemar limbah rumah tangga (60 persen) dan limbah pabrik (40 persen). Saat ini ada sekitar 50 pelaku industri yang membuang limbahnya langsung ke Kali Surabaya dan 70 lainnya secara tidak langsung, tapi melalui kali-kali kecil, seperti Kali Tengah. Industri itu memanjang dari Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, hingga Surabaya.

4. Limbah industry apa sajakah yang limbahnya masuk kedalam aliran sungai PDAM di Surabaya, berapa beban limbahnya?
Jawab : PT Aneka Kimia Nusantara. PT Aneka Kimia Nusantara (AKN) Desa Wates Magersari Mojokerto, adalah industri penghasil etanol termasuk penyumbang terbesar pencemaran organik tinggi di Kali Surabaya, dapat dibayangkan untuk memproduksi satu liter etanol dihasilkan limbah 15 liter dari molase yang berwarna coklat, tergolong sebagai buangan paling korosif, BOD (Bio Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi, pH 3.5, suhu yang tinggi hingga mencapai 100 oC yang dapat mencemari air tanah. Sehingga limbah buangan pabrik etanol ini membutuhkan pengolahan tertentu sebelum dibuang ke badan air. Molase adalah sisa tetes dari tetes tebu yang telah diproses untuk menghasilkan gula pasir. Molase mengandung sekitar 45% sukrosa yang dapat difermentasikan menjadi alkohol. 1 kg sukrosa secara teoritis akan menghasilkan 0.644 liter alkohol absolut (anhidrida) yang hampir 100% murni. Secara matematis dengan 88% efisiensi fermentasi dan 98% distilasi akan dihasilkan 0.555 liter alkohol. di Surabaya dinyatakan dalam keadaan kritis, Kali Surabaya yang digunakan sebagai bahan baku air minum juga dimanfaatkan sebagai buangan air limbah industri dan domestik, limbah organik yang dibuang ke Kali Surabaya sebesar 33.477 kg/hari, 86% berasal dari sektor industri (28.752 kg/hari) sisanya 8 % berasal dari buangan domestik (2.597 kg/hari ) dan 6% dari anak sungai (2.128 kg/hari). Data diatas memperlihatkan besarnya kontribusi dunia industri terhadap pencemaran di Kali Surabaya, 94% dari sumber kontributor pencemaran organik dari sektor industri berasal dari pabrik-pabrik kertas.

http://www.ecoton.or.id

5. Apa bentuk gelombang pada pemancar atau BTS?
Jawab: Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) adalah gelombang elektromagnetik berupa longitudinal. SUTET bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk di sekitarnya, yaitu berupa sekumpulan gejala hipersensivitas yang dikenal dengan electrical sensivity berupa keluhan sakit kepala, pening (dizziness), dan keluhan menahun (chronic fatigue syndrome)
Radiasi medan listrik dan medan magnet yang dihasilkan oleh SUTET bisa digolongkan sebagai radiasi non pengion. Istilah fisika radiasi non-pengion mengacu pada radiasi elektromagnetik dengan energi lebih dari 10 elektrovolt (ev) yang antara lain meliputi: sinar ultra violet, cahaya tampak, infra merah, gelombang micro, ultra sound dan radio frekwensi elektromagnetik.

6. Adakah keterkaitan antara penderita DBD dengan penggunaan pestisida?
 Jawab : Ada hubungan antara pestisida dengan penyakit DBD. Pestisida pada nyamuk akan berbahaya karena bisa menimbulkan resistensi terhadap nyamuk “aedes aegypti”. Pestisida yang digunakan mempengaruhi kerentanan nyamuk sehingga masa hidupnya lebih panjang. Dalam hal ini nyamuk mudah sekali bermutasi sehingga semakin tinggi penggunaan pestisida di suatu daerah maka akan semakin rentan pula penduduknya terkena penyakit DBD atau penyakit akibat vektor nyamuk yang lain.

7. Angka 10 besar kesakitan DBD di Indonesia, serta keterkaitannya dengan perilaku pada masyarakat.
Jawab :
No Provinsi Jumlah
1 Jawa Barat 5292
2 DKI Jakarta 3129
3 Jawa Timur 2486
4 Jawa Tengah 2316
5 Lampung 750
6 Sulawesi Selatan 530
7 Banten 492
8 Bali 400
9 Sumatra Utara 387
10 Kalimantan Timur 357

Berdasarkan data tersebut, kita dapat mearik kesimpulan bahwa DBD terjadi di kota-kota besar dan padat penduduk. Jumlah penduduk yang tinggi akan menyebabkan persebaran penyakit juga tinggi. tingginya kasus DBD karena tingkat prilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan bersih yang masih belum diterapkan dalam masyarakat, meningkatnya mobilitas penduduk karena semakin baiknya sarana transportasi di dalam kota maupun antar daerah, kebiasaan masyarakat menampung air bersih untuk keperluan sehari-hari, apalagi penyediaan air bersih belum mencukupi kebutuhan atau sumber yang terbatas atau letaknya jauh dari pemukiman mendorong masyarakat menampung air di rumah masing-masing

8. Dampak batu bara bagi kesehatan
Jawab : Unsur beracun menyebabkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, paru- paru dan penyakit kanker otak. Air sungai tempat buangan limbah apabila digunakan masyarakat secara terus menerus, gejala penyakit itu biasa akan tampak setelah bahan beracun terakumulasi dalam tubuh manusia. Sebagaimana halnya polutan (bahan pencemar) konvensional yang keluar dari batubara, polutan radioaktif pun dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh manusia melalui udara yang dihirup oleh paru-paru, maupun melalui rantai makanan yang telah terkontaminasi oleh polutan radioaktif. Polutan radioaktif yang terakumulasi didalam tubuh dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama karena sifat polutan radioaktif yang pada umumnya adalah carcinogenik atau perangsang timbulnya kanker.
Dampak langsung batubara terhadap kesehatan yaitu meningkatnya jumlah kasus penyakit pernafasan. PLTU Batubara dengan kapasitas 1.000 MW menimbulkan radiasi ke lingkungan 100 kali lebih besar dibanding energi lainnya. Dampak negatif dari aktifitas pertambangan batu bara bukan hanya menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan melainkan juga berbahaya bagi manusia. Bahaya lainnya adalah air buangan limbah cucian batu bara yang ditampung dalam bak penampung sangat berbahaya karena mengandung logam – logam beracun yang jauh lebih berbahaya dibanding proses pemurnian pertambangan emas yang menggunakan sianida (CN).

9. Mengapa Tumbuhan tingkat tinggi mampu menghasilkan oksigen lebih banyak daripada tumbuhan tingkat rendah?
Jawab : Karena tumbuhan tingkat tinggi mampu melakukan fotosintesis. Fotosintesis berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Sedangkan tumbuhan tingkat rendah tidak bisa melakukan fotosintesis.

10. Apakah ada hubungan pengilangan minyak dengan kejadian kanker?
Jawab :
Ada, karena dalam proses pengilangan minyak melibatkan zat dioksin sehingga zat tersebut memicu terjadinya kanker. Pemaparan secara periodik dengan gas dan minyak dapat menyebabkan kanker. Anak – anak yang tinggal di sekitar kilang lebih mungkin beresiko terkena kanker darah (leukimia) daripada mereka yang tinggal jauh dari fasilitas tersebut. Orang – orang yang tinggal di kawasan pengeboran minyak lebih mungkin beresiko terkena kanker usus, kanker kantong kemih, dan paru – paru daripada mereka yang tinggal jauh dari pengeboran. Para pekerja di kilang – kilang minyak mempunyai resiko tinggi mengidap kanker mulut, usus, ulu hati, pankreas, jaringan sel, prostat, mata, otak, dan darah.

 

Healhty City

09 Jul
  1. Apakah definisi kota sehat? Sebutkan tujuan dan langkah-langkahnya?

Jawab:

(a)    Kota Sehat, healthy city didefinisikan sebagai suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. (Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan). Kota sehat merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong terciptanya kualitas lingkungan fisik, sosial, budaya dan produktivitas, serta perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah perkotaan. Kota Sehat di Indonesia dicanangkan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 Oktober 1998.

WHO (1997) mendefinisikan terdapat sebelas komponen kota sehat yang berkualitas yaitu lingkungan fisik yang aman dan bersih; ekosistem yang stabil; dukungan masyarakat yang kuat dan tidak eksploitatif; partispasi dan kontrol masyarakat yang kuat; pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air, tempat tinggal dan pekerjaan yang aman; akses untuk mendapatkan fasilitas dan pengalaman serta interaksi dan komunikasi dengan masyarakat luas; ekonomi perkotaan yang innovatif; mendorong interkoneksitas dari berbagai aspek budaya dan keturunan dengan berbagai individu dan kelompok; rukun terhadap berbagai karakteristik masyarakat; ketersediaan akses pelayanan kesehatan dengan masalah kesehatan masyarakat dan terakhir adalah status kesehatan yang tinggi.

(b)   Tujuan :

-    Terciptanya kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman, untuk dapat dihuni sebagai tempat bekerja yang dapat meningkatkan sarana dan produktivitas perekonomian masyarakat.

-        Tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan aman, nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah.

(c)    Langkah-langkah healthy city :

Local Agenda 21 (LA21) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat enam langkah utama dalam menggagas A Healthy City Program. Antara lain adalah:
(1) Getting Started – memulai dan membangun kerjasama,
(2) Knowing your City – Menganalisa kondisi objektif kota,
(3) Looking Forward – Mengembangkan visi bersama dan sasaran pencapaian akhir,
(4) Getting Organized – Mengorganisasikan gerakan,
(5) Taking Action – Pelaksanaan dan monitoring, dan
(6) Getting Feedback – Menilai perkembangan dan melakukan evaluasi

  1. Siapa yang menjadi sasaran dan apa indicator keberhasilan kota sehat?

Jawab:

(a)    *Terwujudnya forum yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik.

*Terselenggaranya upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik, sosial dan budaya yang dapat mengikatkan kesehatan dan mencegah terjadinya resiko penyakit dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di kota secara mandiri.

*Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang adil dan merata bermutu sesuai dengan standar dan etika profesi.

*Terselenggaranya pola dan mekanisme kerja yang teransparan antar berbagai pihak yang terkait dalam proses pengelolaan pembangunan kota.

*Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi seluruh masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya, sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan menjadi lebih baik.

*Terselenggaranya kinerja pemerintah yang baik yang berorientasi kepada kepentingkan masyarakat luas melalui kebijakan dan pengaturaaan pelaksanaan yang adil dan transparan.

(b) Indikator kota Sehat:

Untuk mengukur kemajuan kegiatan kota sehat, dibutuhkan indikator yang jelas sehingga semua pihak yang ikut terlibat dapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan, dan menjadi tolok ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya. Setiap daerah dapat memilih, menetapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing untuk memenuhi indikator tersebut.

 

Konsep Healthy City

09 Jul

Jika merujuk pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat, healthy city didefinisikan sebagai suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. WHO (1997)mendefinisikan terdapat sebelas komponen kota sehat yang berkualitas yaitu lingkungan fisik yang aman dan bersih; ekosistem yang stabil; dukungan masyarakat yang kuat dan tidak eksploitatif; partispasi dan control masyarakat yang kuat; pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air, tempat tinggal dan pekerjaan yang aman; akses untuk mendapatkan fasilitas dan pengalaman serta interaksi dan komunikasi dengan masyarakat luas; ekonomi perkotaan yang innovatif; mendorong interkoneksitas dari berbagai aspek budaya dan keturunan dengan berbagai individu dan kelompok; rukun terhadap berbagai karakteristik masyarakat; ketersediaan akses pelayanan kesehatan dengan masalah kesehatan masyarakat dan terakhir adalah status kesehatan yang tinggi.

WHO (1997), lebih lanjut mengungkapkan bahwa terdapat enam karakteristik yang dimiliki oleh healthy city project yaitu komitmen terhadap kesehatan; membutuhkan keputusan politik untuk kesehatan masyarakat; tindakan dan aksi yang bersifat intersektoral; partisipasi masyarakat; inovasi dan outcomenya adalah kebijakan publik yang sehat. Jika merujuk pada dua definisi dan karakteristik healthy city tersebut, maka dapat dipahami bahwa pertama, healthy city adalah kota yang bersih secara fisik, aman dan nyaman untuk dihuni oleh masyarakat. Kedua, healthy city dapat dimulai dari beberapa tatanan (setting) misalnya sekolah sehat,perkantoran sehat, rumah sakit sehat, pulau sehat sebagai pilot project. Ketiga, konsep healthy city menekankan pada keterlibatan pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep healthy city adalah gerakan yang dilakukan oleh semua komponen masyarakat, sektor pemerintah dan swasta dan pemerintah lokal yang bertujuan untuk mewujudkan kebijakan public yang sehat (healthy public policy).

 
 
Improve the web with Nofollow Reciprocity.